Jakarta

Web Pribadiku: Maret 2008

Belajar sejak Dini merupakan Usaha untuk maju kemasa depan, Hidup adalah Belajar, dan Belajar adalah hidup

Home             Photo

Perhasabatan Kita

Sabtu, 01 Maret 2008 | | |

Persahabatan yang terjalin selama ini, mungkin hanya akan menjadi sebuah kenangan, persahabatan yang dijalin dengan penuh canda dan tawa seolah-olah berubah menjadi tangis ratap perpisahan sahabat yang selama ini menemani dalam suka mapun duka, padahal sahabat merupakan teman yang selalu ikut merasakan kebahagiaan maupun kesedihan yang dirasakan oleh sahabat yang lain, padahal mereka sangat jauh, tapi mereka selalu ikut merasakan apa yang sedang dirasakan. Tapi betapa sedihnya mereka ketika salah satu sahabat yang berpisah untuk selamanya atau jarang untuk bertemu.
Sahabat sejati adalah sahabat yang selalu ikut merasakan kebahagiaan ataupun kesedihan yang dirasakan oleh sahabat yang lain. Betapa tidak sahabat dalam suasana duka dan kebhagiaan kita dapat merasakannya walupun jauh disana.
Persahabatan inilah yang menjadi tuntunan hidup untuk saling merasakan suatu hal yang dirasakan oleh sahabat yang lain. Suatu hal yang sangat mendalam adalah ketika salah satu sahabat pergi meninggalkan kita. Itulah hari-hari yang akan menghiasi hati kita dalam perpisahan seorang sahabat yang dulu kita jalani dengan penuh canda dan tawa, namun sekarang telah berubah menjadi kesedihan dan perpisahan. Inilah yang menjadikan kita putus harapan untuk saling merasakan apa yang dirasakan sekarang. Mungkin inilah yang disebut pertemuan tak selamanya akan bertemu, tapi mungkin pertemuan akan membawa kita dalam perpisahan. Inilah yang menjadikan kita awal dari keraguan untuk saling bertemu lagi. Tapi bila suatu pertemuan yang membawa kita untuk saling bertemu lagi, mungkin inilah hal yang sangat membahagiakan dalam hidup kita. Tapi apakah pertemuan akan selamanya membawa kebahagiaan ataukah akan membawa kita dalam perpisahan ?
Bukan hanya perpisahan saja yang akan membuat persahabatan kita putus, namun kematian juga merupakan akhir dari sebuah persahabatan karena kematian inilah yang akan menjadikan persahabatan kita akan putus untuk selamanya, tapi kenangan masa lalu yang akan menerangi kenangan yang dulu kita lalui bersama – sama.
Mungkin inilah akhir dari persahabatan kita untuk saling bertemu lagi, tapi suatu saat pertemuan inilah yang menjadikan awal dari persahabatan kita, namun apabila waktu sudah mengatakan lain, maka kitapun tidak bisa berbuat apa-apa, kita hanya dapat pasrah dan menunggu sampai waktu memisahkan kita atau waktu yang akan membawa kita dalam perdamaian yang dapat kita lalui bersama-sama.
Tapi apakah waktu akan selalu memilih sahabat kita untuk saling bertatap muka, bercanda, bahkan saling bertemu untuk selamanya.
TIDAK
Bahkan waktu akan memisahkan kita, sehingga canda tawa yang dulu kita rasakan bersama, kini berubah menjadi kesedihan dan kehilangan para sahabat yang dulu ikut menghibur kita pada saat kita bersedih. Tapi setelah waktu memisahkan kita, apakah kita masih bisa untuk menghiburnya dikala sahabat yang lain dalam kesedihan?.
Persahabatan yang dulu kita jalani kini hanya tinggal kenangan masa lalu yang kini ada dalam benak pikiran kita ataukah tertulis dalam buku kecil. Sahabat yang dulu datang berkumpul dan bersuka ria, kini hanya menjadi sebuah impian untuk dapat bertemu lagi. Tapi bila Allah mengizinkan, kita masih dapat berbicara walaupun waktu telah memisahkan kita, tapi kika tidak, kita tidak akan bertemu lagi. Itulah awal dari kehancuran sahabat yang dulu kita jalani bersama. Mungkin inilah yang disebut pertemuan yang membawa pada kehancuran persahabatan yang telah berpisah meninggalkan kita.
Apakah kata-kata terakhir yang dapat kita ucapkan ketika salah satu sahabat pergi meninggalkan kita, mungkin hanya sepatah kata yang dapat kita ucapkan kepadanya yaitu sepatah kata yang tidak berarti apa-apa mungkin hanya kata-kata “Selamat Tinggal”. Itulah akhir dari sebuah pertemuan karena waktu telah memisahkan kita. Dan persahabatan yang pernah terjalin kini hanyalah sebuah kenangan masa hidup.
Tapi tidak hanya sahabat yang pergi meninggalakan kita semua, tapi setelah waktu memisahkan kita semua, kehancuran dan perpisahan semua sahabat akan membawa kita terlena dalam kesedihan dan kesepian. Betapa sedihnya kita semua setelah persahabatan yang terjalin sekian lama dengan rasa suka cita, canda tawa dan penuh dengan kebahagiaan dan keceriaan, tiba-tiba berubah menjadi ratap tangis atas perpisahan kita. Apakah ini menjadi sebuah pengalaman dalam hidup kita?
Kini persahabatan kita telah berakhir dengan perpisahan semua sahabat yang dulu kita jalani bersama, sekarang tidak lagi, sekarang kita telah berpisah. Namun janganlah kita terlarut dalam kesedihan dan kesepian, maka bangkitkah hati kita semua untuk mencoba menerangi setiap perbuatan bahwa pertemuan tak selamanya akan membawa kita dalam pertemuan dan persahabatan, melainkan akan membawa kita semua dalam perpisahan dan kesedihan. Rasa itu tercipata ketika kita berpisah dengan sahabat yang sudah lama terjalin. Berusahalah untuk dapat bertemu lagi. Biarkanlah waktu yang telah memisahkan kita akan menuntun kita dalam pertemuan yang lebih baik lagi.
Sebuah persahabatan akan didahului dengan pertemuan, suatu pertemuan yang tidak disangka – sangka akan membawa kita dalam sebuah persahabatan, tapi akhirnya sebuah kematian menjemput satu sahabat yang telah mereka jalani bersama, maka bersedihkan mereka, suatu ketika sahabat lain pergi jauh disana, disini kita tinggal berdua maka, mereka mengatakan akan menjadi sahabat sejati mereka sampai akhirnya mereka menemukan jati diri mereka untuk saling mencintai, tapi apa yang dia inginkan ternyata, berpaling bukan untuk dia melainkan kepada orang lain, betapa sedihnya dia melihat seseorang yang dia kasihi ternyata berpaling kepada orang lain yang mereka kenal sejak kecil, tapi mereka akhirnya berpisah dengan kematian yang menjemput dia.